Perjalanan melawan tumor otot rahim



 Tahun 2013

Pada tahun 2013, Aku mengalami sesuatu yang aneh terjadi di perutku, yaitu perutku tidak bisa ditekan dan terasa keras. Dan aku menceritakan ke kakakku perihal yang terjadi pada diriku, tetapi tanggapan dari kakakku aku tidak perlu berpikir negatif dan berdoa saja bahwa aku baik-baik saja. Kemudian, Aku pun mengabaikan hal yang terjadi padaku. 

Dan hal aneh dan tidak nyaman pada perutku pun terjadi lagi ketika aku mengalami menstruasi, setiap aku mengalami menstruasi terasa sangat sakit dan  setiap darah yang keluar banyak sekali dan menggumpal seperti hati ayam.  Aku merasa ada yang tidak normal pada diriku, aku pun mencari informasi tentang keadaan aku di mesin pencarian google, setelah membuka dan membaca banyak situs kesehatan tentang gejala yang mirip apa yang aku alami, aku pun menyimpulkan bahwa aku kemungkinan terkena kista atau endometriosis atau miom. Kemudian aku langsung mengabarkan ke Bapakku kalau aku sepertinya mengalami tumor atau kista. Bapakku pun kaget dan pada hari itu juga Bapakku langsung mengajakku untuk cek ke rumah sakit atau klinik. 

Aku dan Bapakku pun langsung pergi ke klinik Apotek Enggal dan langusng buat daftar konsultasi dengan dokter obgyn. aku mendapat nomor antrian, dan setelah menunggu lama. akhirnya nomor antriankku pun dipanggil. dengan perasaan kacau balau dan deg-degan, Aku dan Bapakku memasuki ruangan dokter obgyn. 

Dokter obgyn memeriksa keadaanku dengan alat USG abdomen dengan seksama sambil melihat ke alat monitor. Dokter obgyn pun menyimpulkan bahwa aku mengalami tumor otot rahim atau miom uteri atau fibroid dengan besar 11 cm. Dokter tersebut juga mengatakan bahwa jika harus dioperasi maka rahim aku harus diangkat juga bersama tumornya. ketika aku mendengar pernyataan dokter tersebut aku merasa duniaku seakan runtuh, karena dengan usia aku yang masih muda aku harus kehilangan rahim yang dimana rahim sangat penting bagi seorang perempuan. Dokter obgyn akhirnya memberikan aku obat hormon dan obat pain killer.

Tahun 2014

Aku menjalani hari-hari dengan minum obat yang diresepkan dokter kepadaku, dan tiap sebulan sekali atau 3 bulan sekali aku kontrol keadaan tumorku ke dokter obgyn. Walaupun aku mengkonsumsi obat-obatan, aku tetap mengalami pendarahan terus menerus. Dan pada Januari 2014, Aku dilarikan ke rumah sakit karena aku sudah tidak merasa nyaman apa yang aku alami, pendarahan sangat hebat atau banyak, semua tubuhku terlihat kuning, jantung serasa berat memompa darah dan terasa sekali denyutnya di kepalaku, dan jika berjalan aku mengalami sesak. Dan ketika aku di cek di rumah sakit, hemoglobin aku turun drastis sekitar 5. Aku mendapat pertolongan dengan tranfusi darah sebanyak empat kantong darah. Alhamdulillah banyak orang yang bersedia menyumbangkan darah untukku. Aku mendapat perawatn di rumah sakit selama tiga hari. setelah tiga hari aku pulang untuk menunggu jadwal operasi pengangkatan tumor dan rahim. Tetapi, pada akhirnya aku mengurungkan niatku untuk operasi di rumah sakit tersebut karena aku tidak mau rahim aku di angkat. jika rahim diangkat, aku tidak akan bisa menstruasi lagi dan tidak bisa mempunyai keturunan jika suatu saat aku menikah. 

Aku pun memutuskan untuk berobat secara alternatif dan minum obat-obat herbal seperti spirulina, jelly gamat, air aun sirsak, air rebusan kulit manggis dan berbagai macam jamu. Namun qodarullah, tumor yang ada di rahimku tidak mengencil dan tiap bulannya masih mengalami pendarahan. 

Di awal Oktober 2014, aku masuk kembali ke rumah sakit untuk menjalani tranfusi darah dan hemoglobin ku turun ke angka 5. Alhamdulillah banyak yang bersedia mendonorkan darahnya untukku. Aku pun mendapatkan tranfusi darah sebanyak 4 kantong darah. Dan seperti biasa mendapat perwatan di rumah sakit selama 3 hari. Kemudian aku pun kembali pulang dan akan di jadwalkan untuk operasi tumor, Alhamdulillah kali ini operasi yang akan aku jalani yaitu hanya pengangkatan tumornya saja. Dokter-dokter di rumah sakit ini (berbeda dengan rumah sakit dan dokter sebelumnya) berjanji padaku bahwa jika tidak ada sel kanker atau ganas, maka yang di angkat hanya tumornya saja (operasi miomektomi)

November 2014

Pada tanggal 31 Oktober 2014, Aku dijadwalkan harus sudah datang ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum melakukan tindakan operasi pada tanggal 3 november 2014. Ketika tiba di rumah sakit aku menjalani cek darah untuk pemeriksaan hemoglobin, hemoglobinku diperiksa dan ternyata berada dikisaran angka 9. Aku pun mendapatkan tranfusi darah sebanyak 1 kantong darah. Di rumah sakit, aku tidak henti-hentinya berdoa semoga pada hari senin tanggal 3 November 2014, operasi miomektomiku berjalan lancar. Minggu malam senin sekitar jam 10 malam aku di haruskan untuk menghentikan konsumsi apapun (puasa) untuk persiapan operasi besok. Jam 2 malam, Aku terbangun dan tak lupa aku sholat tahajud agar operasi miomektomiku berjalan lancar. setelah berdoa dengan sungguh-sungguh aku pun melanjutkan tidurku. ketika menjelang subuh, aku di bangunkan oleh Ibu untuk sholat subuh. Ketika sholat subuh pun aku berdoa lagi agar operasi miomku di pagi ini akan berjalan lanjar. Aku bersiap-siap untuk operasi dan perawat rumah sakit datang dengan membawa kursi roda untuk membawaku ke ruang operasi. sebelum menuku ke ruang operasi aku bersalaman dan minta maaf kepada Bapak, Ibu dan Adikku. dan mohon untuk terus mendoakan ku ketika aku di ruang operasi

setiba di ruang operasi, aku langsung bertemu dengan dokter anestesi, dan meminta ku langsung berbaring di meja(tempat tidur) operasi. Dokter anestesi kemudian memasukan jarum ke pergelangan tanganku. Dan aku menyampaikan ke dokter tersebut untuk jangan membiuskan aku terlebih dahulu sebelum aku berbicara kepada dokter obgyn yang akan mengoperasi aku. Tak lama dari itu, Dokter Obgyn pun datang, dan aku menyampaikan kegelisahan yang aku rasakan. Aku meminta ke dokter tersebut mohon untuk hanya mengangkat tumornya saja jika memang tidak ada sel kanker dalam rahimku. Dan obgyn itu pun berjanji kepada aku bahwa Beliau akan berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan aku dan hanya mengangkat tumornya saja jika tidak ada sel kanker. Kemudian, Aku pun diberi obat bius melalui jarum yang ada di tangan sebelah kananku. Operasi miomektomi berlangsung selama 2 jam. Setelah itu aku dipindahkan ke ruang observasi. Di ruang tersebut aku melihat samar-samar dokter sedang memantau kondisi ku. Setelah kondisi keadaan ku sudah mulai sadar aku pun di pindahkan ke ruang observasi yang berbeda di bagian paviliun kebidanan. Di ruang observasi ini aku di pantau selama 24 jan. Setelah 24 jam, aku di pindahkan ke ruang perawatan biasa. Aku dirawat di rumah sakit tersebut selama 7 hari. Dan di hari Jumat 7 November 2014, aku dizinkan keluar dari rumah sakit untuk kembali istirahat di rumah. 



Comments